Model Baju Muslim Terbaru dalam Permainan Warna 2018Permainan warna pada dunia fashion adalah salah satu yang selalu terjadi. Warna menjadi hal yang sangat dipertimbangkan untuk memberikan kesan tersendiri. Hal ini juga terjadi pada model baju gamis terbaru. Warna menjadi aspek yang dapat memberikan kesan khusus sekaligus memberikan penampilan yang enak dipandang. Beberapa kombinasi warna memiliki kelebihannya, namun juga memberikan kesan yang berbeda. Nah, dengan mengetahui kombinasi warna dan kesan yang akan ditampilkan, Anda dapat lebih memahami apa yang akan Anda kenakan. Mari kita kaji lebih dalam. Pada dasarnya, kombinasi warna yang dominan terbagi menjadi 2 bagian saja. Dua bagian itu adalah full color dan monokrom.

Untuk model baju gamis terbaru 2018 dengan banyak warna atau full color, kesan yang akan diberikan lebih kekinian, anak muda yang dinamis, dan fresh. Sebagaimana kesannya, model full color biasa dipakai oleh anak-anak muda. Mereka tidak ragu menabrakkan warna satu dengan yang lainnya walau terlihat tidak sinkron. Bila Anda memang berjiwa muda, permainan warna yang tidak teratur ini mungkin sangat cocok untuk Anda. Meski demikian, ada sebagian pihak yang menganggap kesan yang ditampilkan dari model ini tidak selalu pada kekinian dan anak muda. Mereka menganggap model ini juga berpotensi memberikan kesan berisi bahkan gendut bagi pemakainya. Kesan ini muncul dari tidak padunya warna yang terlihat.

Lalu bagaimana dengan monokrom? Tunggu dulu, agar tidak salah tafsir mari kita bahas dulu pengertian monokrom pada konteks ini. Permainan monokrom bukan merujuk pada warna hitam, abu-abu, dan putih saja. Model monokrom lebih merujuk pada warna yang senada, baik itu warna hitam maupun warna yang lain. Model baju muslim terbaru jenis ini memberikan tampilan warna yang selaras mulai dari kerudung atau jilbab, atasan, sampai bawahan. Warna tidak berbeda secara kontras sehingga lebih mengesankan pakaian yang elegan dan dewasa. Selain itu, model seperti ini juga memberikan kesan yang lebih ramping bari pemakainya. Hal itu disebabkan oleh batas-batas pakaian yang tidak terlalu terlihat.